Lafas Syair 5


Dua hati yg melantunkan syairnya...
Tuk "Bang Regar"

"Hati Pertama"

aku tak tulis pekatnya malam dan bulan dengan sinarnya…
atau airmata di pojok kamar,
di kepak-kepak camar dan berpendar sadar…
atau lelaki bingung dengan wajah murungnya…!

aku tak bicara laut dan birunya…
embun di daun, gerimis mengalun,
dan beralun santun…
atau perempuan desa berperih hati
yg menghapus bening matanya…!
aku cuma ingin tahu dari mu…
cinta : sepedih hidupkah mati itu…?

--- --- ---

"Hati Kedua"

qamu tau…?
qu slalu ingin membaca semua jejak tulisan mu…
tp qu hanya menemukan separuh catatan mu…
dari tarian tangkai jarimu…
selebihnya tak qu cermati apapun selain harap qu…
semoga esok qau menuliskan tentang diri qu…
meski hanya satu bait tentang rindu qu…


yg kesekian kalinya qu membuka album mu…
tp qu hanya menemukan sepuluh senyum mu…
dari sepuluh gambar wajah mu…
selebihnya tak qu mengerti apapun selain asa…
semoga esok qau melukiskan tentang raga…
meski hanya satu sketsa saja...


utk terakhir kalinya qu melihat daftar jelajah…
lagi-lagi qu hanya menemukan sepuluh wajah…
dari berbagai susunan imajinasi mu…
selebihnya tak qu amati apapun selain qamu…
semoga esok qau memaniskan tentang rupa qu…
meski hanya satu saja tentang qu...
sudikah qau menyapa pinta qu…?

--- --- --- --- --- --- --- ---

Tukas "Bang Regar"

usah lagi benarkan rasa mu…
karna semua bait ini hanyalah hempasan lalu…
walau aku adalah rahasia di balik ngilu-ngilu tangismu…
dan tanpa prasangka takkan ku lesatkan lagi rindu ku padamu…
karna cintaku adalah milik bidadari surga ku…
dan si kecil ananda ku…

maafkan bila syairmu ku anggap biasa…
tp ku yakini tak terhantar percuma…
ketika dulu kau sempurnakan tangismu di bahuku…
tp kini kita sudah tak bisa bersama rindu itu…
maka cukuplah sebatas sahabat pena semata…
agar baranya tetap hangatkan untaian doa…

bila kau tahu… jika tidak… ketahuilah…
bahwa ini bukan tentang siapa di antara kita…
tetapi rasa yg tlah ku tinggalkan di gurun sahara…
maka simpan saja butir air matamu sebagai mutiara…
untuk masa ketika kita tak mungkin lagi bersama...

dan… mintalah hanya pada-Nya…
agar selalu mengajarkan mu bersandar dalam sabar…
agar keputus-asaan tak mudah meruntuhkan keimanan yg bersinar...
agar mampu berdiri sempurna di pelataran takdir…
dengan selalu menyempurnakan rajutan doa dan zhikir…
agar tawakal senantiasa memangut keridhoan dari-Nya…
Salam… “suara hati dalam syair”.
 


http://siharkomputer.blogspot.com/2013/10/syairku.html



No comments:

Post a Comment

Viewers