Namun gelombangnya kembali melarung kata…
Abjadnya bukan biru tapi abu-abu dan penuh nanar…
Dengan tatapan penuh netra…
Kenapa…?
Faktanya tak tampak…
Karna sungai atau laut, dihujung bibirnya kau tetap berpasir…
Serupa beberapa abjad yg bersenggama dipojok bait…
Maka kutafsirkan namamu sebagai si bisu…
Si penjajah kata yg berwarna abu-abu...



This comment has been removed by the author.
ReplyDelete