KEMENANGAN BESAR ITU BERNAMA “AKHIRAT”



“Jejak-jejak kita hari ini, kemarin dan seterusnya terus melukis satu simfoni untuk sebuah kebahagiaan yang abadi atau duka yang abadi”.

Andai saja sabar itu mudah, tentu semua orangpun bisa melakukannya. Jika kita masih berkata, “sabar itu ada batasnya”, artinya kita memang belum bersabar. 

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (Al Baqarah 153). 

Hidup adalah jalan menuju kematian... 
Alam Ruh > Rahim > Dunia > Jembatan Kematian > Alam Barzah > Mahsyar > Hari Hisab (Akhirat). 

Allah berfirman : "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? 
(QS. Al-Mu'minuun 114-115). 

Maka hiduplah didunia ini seolah-olah seperti orang asing, karna tidak akan menetap lama didunia ini. Dunia hanya persinggahan, seperti sedang dalam perjalanan dan ketika lelah letih, berhenti sejenak dibawah sebuah pohon. Lalu setelah lelah letih itu hilang, kembali melanjutkan perjalanan, agar sampai pada tujuan. 

“… aku didunia ini tidak lain kecuali seperti seorang musafir yang berteduh dibawah pohon untuk beristirahat, kemudian meninggalkannya”. (HR. Ahmad 1/391 dan At-Tirmidzi no.2377). 

Memahami tujuan hidup... 
“Tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku”. 
(QS. Adz-Dzariyat : 56). 

Dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah memuji dunia sekalipun, dan juga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah memuji dunia sekalipun... 

"Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat pula apa yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, seorang alim, dan seorang yang menuntut ilmu". [Hadist Hasan, diriwayatkan oleh Tarmidzi (no.2322), Ibnu Majah (no.4112), Al-Baihaqi dalam Syu'abul Imam (no.1708), Ibnu Abi'Ashim dalam Az-Zuhd (no.57), dan Ibnu 'Abdil Barr dalam Jami' Bayanil 'Ilmi (I/150, no.135), dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]. 

"Saat hati itu melembut, geletar jiwa itu perlahan menenang. Jika hati itu tetap keras, maka dunia ini memang keras. Tetapi sesungguhnya ketenangan itu turun menaburi lembah dihatimu saat keinginanmu sejalan dengan kehendak-Nya. Maka taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, karna sesungguhnya kemenangan besar itu bernama “AKHIRAT”. 

“…Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. (QS. AN NISAA' 13). 


M E N U
UNTUKMU DUHAI BUNGA YANG TAK PERNAH LAYU
KEMENANGAN BESAR ITU BERNAMA “AKHIRAT” 
DIMANA TEMPAT KITA KELAK DI “YAUMUL QIYAMAH”…?
SETELAH EPISODE DUNIA KITA USAI
KRITERIA MEMILIH PENDAMPING HIDUP
RAHASIA DIBALIK SUJUD
KEISTIMEWAAN WANITA
BERANDA


No comments:

Post a Comment

Viewers