
"Catatan Bang Regar"
untaian kata yg kutitipkan pada seseorang buat seseorang dari seseorang yg menyampaikan pesan dalam syairnya...
sahabat…
tolong ajari aku tentang laut yg
biru…
tentang nelayan dan sebuah
perahu…
tentang badainya yg mengancam
hatiku…
yg mengoyak-ngoyak di segala
penjuru…
tentang pantainya, ombaknya, dan
karang juga batu
sahabat...
ajari aku tentang aku...
bukankah kau adalah cermin
bagiku…
hingga aku bisa melihat hilapku
di tutur lembutmu...
sahabat...
tolong, jangan kau tinggalkan
aku...
dalam kebuntuan yg membelunggu
ku…
--- --- --- --- --- --- --- ---
Tukas Bang Regar
“UNTUKMU SAHABAT”, Yg Meminta Laut Biru
Tentang Nelayan & Sebuah Perahu………. yg Bercermin Bagai aku...
Sahabat....
bagaimana ku kan mengajarimu tentang laut yg biru…?
bila arahnya ketika gelap kian benarkan isi benak mu…
hingga yg mampu kutunjuk hanyalah daratan “annisa” seratus sepuluh…
tuk sedikit jelaskan peta di tepi-tepi harapan rindu…
tuk akhiri pada interpretasi pesisir mimpi semu…
sahabat, bagaimana aku…
kan mengajarimu tentang nelayan dan sebuah perahu…
bila kau suar ditengah lautan padam yg benarkan pelangi menjauh…
hingga yg mampu ku katakana hanyalah khidmat pada cahaya nubuwwah…
tuk menyusun kembali carut marut nan jengah…
tuk mengisi ruang yg seharusnya fitrah…
sahabat…
walau badai tak jua berhenti, disana kau kan tapaki jalan capai bumi…
maka jangan kau benarkan ombak dibebatuan karang dihunjam cemas…
walau pelangi di sudut dan berlari, yakini jua disudut ia berdiri…
maka gugahlah pantai cinta yg lama lengah terpulas…
dan sahabat…
aku bukanlah wajah yg kau lihat di cermin yg bersekat…
mungkin disisi pandang yg merebah dalam kalah…
tapi jika kita senantiasa berenang dalam ukhuwah…
niscaya resah takkan tenggelam di lubuk amarah…

No comments:
Post a Comment