
angin tak lagi menderu tetapi desahnya tertahan...
dengan lirikan sombong dibisukannya kata yg berbenturan...
ketika musim berguguguran di sepucuk tangkai harapan...
dan angin pun menggigiti kulit bagai sesenggutan...
kemudian ada sesuatu yg rasanya mulai lepas…
yg meluncur lewat sela-sela deru-deru nafas…
beberapa tanda tapi tak begitu jelas…
dari sesuatu yg mulanya memang tak jelas…
itulah mungkin titik akhir waktu persimpangan kita…
terbakar oleh ketidakpastian cuaca dunia maya…
mempermainkan kekosongan waktu jedah…
yg hilang tanpa menyentuh tanah…
~221213~
On Facebook
http://www.facebook.com/sihar.net

No comments:
Post a Comment