MENULISI WAKTU
Diantara yg telah lalu, ada yg membekas dalam ingatan, tersimpan rapi dan sebagian hilang, sebagian menjadi kenangan indah, sebagian lagi kepahitan. Maka nyatalah segala kisah yg kita buat, kisah yg terkait dan kisah yg menyangkut kita. Menjadi catatan sejarah diri yg tak berubah, menjadi torehan dalam buku harian mengiring perjalanan waktu, walau seringkali kita tak sadar bahwa semua kejadian tentang kita adalah untaian peristiwa, untaian aksara yg nanti menjadi persembahan manakala usai tertulis…
Menulisi waktu disetiap detik dan jam dengan goresan yg tanpa penghapus. Membuat sketsa dengan alur garis menuju bentuk samar, abstrak dan realita. Ada juga tertulis beberapa nama, puluhan, ribuan bahkan jutaan mengikuti, mengisi catatan kita, menggoreskan bentuk indah atau bahkan duka, maka kembali lagi pada apa yg akan kita tuliskan pada waktu kata indah bermakna, kata sambil lalu saja, atau kata yg mendatangkan bala…
Tak mudah menulisi waktu, karna rentetan tulisannya terbawa ke masa depan, kisahnya bisa dirasakan oleh yg lainnya, menjadi terpatri, menjadi duri, atau menjadi hilang ditelan waktu nanti. Menulisi waktu dengan tanpa berharap tulisan kelak menjadi apa…? menulis saja, dengan kata semampunya biar mudah dalam ingatan, biar tulisan kita menjelma menjadi catatan yg berguna.
BUKU HARIAN
HALAMAN : > 01 > 02 > 03 > 04 > 05 > 06 > 07 > 08 > 09 > 10 > 11 > 12 > 13 > 14 > 15
JILID II
HALAMAN : > 01 > 02 > 03 > 04 > 05 > 06 > 07 > 08
JILID III New
HALAMAN : > 01 > 02 > 03 > 04 > 05 NEXT
Bang Regar



No comments:
Post a Comment