SUARA HATI DIBILIK SEPI
Seribu lalaiku bergumul menerjang suasana rasa…
di terkam dingin yang menyusup kian dalam…
kian menindih rindu sebagai pelita hati…
sepenggal kisah, cinta manis bibir merajuk mati…
pada jalan berkelok yg ku tapaki…
pada jalan berkelok yg ku tapaki…
Kenapa tabir cinta ku begitu tebal…?
tertutup segala rahasia yang tersembunyi…
rindu ku yg terabaikan airmata tulusnya…
pada cinta yg tumbuh namun gelapkan hati…
tanyaku dilinangan air mata ini pada-Mu…
Langitpun terpaut menatap…
dengan senyum mengulum risau karnanya…
begitu mahalnya cinta yang terbungkus perapian hidup…
yg menyala-nyala oleh selaksa camar kalap…
aku yg pasrahkan takdir-Mu kerkulai lemah tak berdaya…
dan…
pekatnya langit turut membugkam…
hingar bingarnya hati yg kembali hinggap sesaat…
beberapa biduk di ujung sana menertawakan ku…
terperosok bagai tanpa mendapat pertolongan…
aku karam, takdir cinta dengannya hinggap tiada arti…
tergadai waktu tuk kedua kali…
dan…
batu-batu nisan itu merapuh…
bidadari mimpi tiada turun meski jiwa kian genting…
masih saja menari dengan lagunya yang mendayu-dayu…
lantang teriakkan memecah heningnya hati…
hingga tak satupun mata mampu menyibaknya…
sampai pada waktunya yg gelap kembali sunyi…
dan…
butiran airnya semakin tajam menghujam…
pecahkan dedaunan muda diserpihan waktu usang…
hingga dibilik inilah aku merajuk sepi…
tuk torehkan semua syair-syair sendu ku…
pada cinta yg menggauli hati teramat perih…
By Ibnoe @ Medan, 28 Feb 2010




No comments:
Post a Comment