S Y A I R


GORESAN SEBUAH PENA

Lembar demi lembar t'lah kugoreskan
Tinta demi tinta t'lah di teteskan
Ntah yang keberapa, mungkin ini yang terakhir
Dihujung pena kata ini mengalir
Meyiratkan makna dari kegelesihan

Dihujung pena kata ini ditatah
Sederas arus fikir mengilhami seorang penyair
Mendaur arti dari kesunyian malam
Mengisi kekosongan lewat sebuah catatan
Saat menanti fajar kembali bertahta

Dihujung pena kata ini digenggam
Segumpal harapan masih tertanam di dada
Walau hanya untaian kata bercengkrama, namun…
Menyayat jiwa hingga merona, pilu dan hampa
Hingga terluka tanpa penawar

Dihujung pena kata ini berdetik
Mengejar waktu saat kembali bermula
Mengungkapkan kata dari hati yang terluka
Pada kepingan-kepingan hati yang t'lah retak
Mengembalikan kata ke asal makna

Dihujung pena kata ini berbicara
Hanya sesaat bagai angin yang berlalu
Menyelusuri ruas-ruas kehampaan
Demi mencari setiap bekas masa lalu
Lewat sebuah tatapan yang tajam tak berkaca

Dihujung pena kata ini t'lah usai
Hanya tinggal sebuah kenangan yang terpendam
Dari penantian yang berakhir di lembayung senja
Dalam lembaran yang mengisahkan puncak kesunyian
Menuju pusara waktu yang kan berhenti…
Dan akan berakhir…

MENU UTAMA PUISI
| JILID I | JILID II | JILID III | JILID IV | JILID V | JILID VI |
|BUKU HARIAN |

 

 KLIK DISINI ... !
~ KEKECEWAAN TERHADAP PLN SUMUT, 2013

http://www.facebook.com/sihar.net



No comments:

Post a Comment

Viewers