"Catatan Silam, 1"

Syair adalah bagian dari jiwa yang tidak bahagia, karna betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi air mata. Syair adalah adunan kegembiraan, kepedihan dan ketakjuban, dengan sedikit kamus & ia adalah raja yang tak bertahta yang duduk di dalam abu istananya dan coba membangun khayalan dari pada abu itu. Syair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.

Medan, 2001 @ By Ibnoe

LUKISAN AIR MATA

Derap langkah menyelusuri ruas kehidupan
Menggambar sejuta kenangan bersamamu
Dalam sebuah kenangan lautan air mata
Melayari kehidupan direntang samudra


Kini terselubunglah hati yang terpenjara
Dibalik sebuah lukisan air mata dalam penantian
Terlihat seraut wajah yang bermuram
Tanpa ada canda dan tawa lagi
Hanyalah sebuah harapan yang tersisa
Dari Lukisan air mata

Tak ada yang indah untuk diresapi
Hanya sekeping hati yang melontarkan nestapa
Dibalik percikan tinta tak berwarna
Tertunduk diam, hanya membisu





MEMORY SEMALAM

Semalam ku dengar gemerisik suara kidung
Dalam mengalun irama syahdu
Aku terlena pada kesunyian malam
Dibuai mimpi bersama mu

Kini
Jalan ku lalui bagaikan berbalik arah
Tiada gapaian harus ku selusuri
Hanya kabut membentang menghalangi setiap langkahku
Dan aku... pergi jauh... Jauh... Berbalik arah pelangi senja
Tanpa terlewati suara yg memanggilmu

Dengan mu
Memory semalam masih terhitung
Bersama warna pelangi yg masih kusimpan



APA GUNANYA 

Apa gunanya bicara jika tuturnya mengundang luka…? 
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa… 
Seribu duka terpendam teramat dalam… 

Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…? 
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah 
Hangat memikul sebab teramat ngeri 

Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…? 
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang 
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah 

Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…? 
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan 
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan 
Yang teramat nyata



SEBUAH SURAT 

Pintu kamar ini telah tertutup 
Jalan itu tinggal kerikil dan debu 
Hujan yang datang tiba-tiba 
Kitalah yang terhempas di pantai 
Dan mencatat atas nama pencarian cinta 

Yang kita ketahui bagai pelayaran 
Akan kembali ke pelabuhan menuju jalan diri 
Demikianlah aku akan menulis padamu dari kamar ini 
Yang sering menyaksikan pernyataan hidupku 

Tetapi entah untuk ke berapa kali surat ini tertutup 
Dan diam…dengan keinsafan daun-daun luruh 
Menghentikan impian subuh 



CATATAN RINDU 

Ia tidak mengira waktu ketika itu 
Tetapi yang paling sering didengarnya 
Apabila hujan rintik-rintik di luar jendela 
Beberapa kenangan hinggap di kacanya 
Tergaris oleh tetesan air, tetes-tetes cagar awan 
Semuanya melembutkan perasaan 
Tetapi amat melukakan 

Di sebuah pantai 
Mentari jatuh ke muka laut menyebut keindahan 
Di kaki lembayung itu ia menyebut namanya 
Jikalah kau mentari, lautku kering 
Jikalah kau hujan, sungaiku banjir 

Ada suka dan duka pada bicaranya 
Tetapi duka itulah yang lebih mencatatkan rindu 
Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya 
Kecewa atau rindukah tanpa sempat terbaca 
Ia telah membakarnya di bawah mentari 
Engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu…? 
Keharuan itulah yang membakar jiwa tanpa waktu 

Pertama kali di dengarnya petikan gitar 
Satu-satunya yang terdengar adalah sayunya bahasa hati 
Dari kepedihan yang tidak terucap 
Semoga engkau menyadari 
Kedewasaan dari cinta yang hancur 
Ada yang lebih sayu dari itu 

Apabila semua tetap begini, ia amat berharap diam tanpa persoalan 
Bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan 
Bagai awan lembutnya menumpaskan mata 

Suaranya adalah ilham 
Dialah kelembutan pertama mampir di padang senja 
Menentang matanya bagai menahan gelombang 
Seperti dahulu sebelum ada rindu yang lain 
Telah tercatatkan sebuah rindu 



KASIH TAK BERBALAS 

Sesungguhnya dimataku dirimu tampak begitu memukau 
Dan telah menawan hatiku, kuingin memiliki dirimu seutuhnya 
Menjadikan engkau kekasih dalam hidupku 
Menjadikan cinta dalam setiap nafasku 

Tetapi... 
Di matamu aku bukan orang yang berarti 
Aku hanya ingin kau tahu 
Semakin dekatnya dirimu membuat gundah setiap rasaku 
Ku ingin berlari tiada henti 
Tak ingin terkejar perasaanku terhadapmu 

Namun… 
Saat kau tak di sisiku walau sedetik 
Aku merasa kehilangan bagian dalam diriku 
Terasa hampa perasaan yang harus kuhadapi 
Terlalu getir namun tak dapat kau mengerti 

Aku runtuh saat mulai menatapmu 
Engkau begitu menawan di mata ini, dan 
Engkau begitu indah dalam setiap pandanganku 
Tetapi kau hanya menganggap ku bukan apa-apa 

Tanpa kau sadari aku telah jatuh cinta kepadamu 
Tanpa kau ketahui, aku telah tergoda tuk menjadi kekasihmu 
Ku ingin kau mengerti bahwa aku sangat mencintai dirimu 
Menyayangi dirimu... dan mendambakan dirimu 



KAU DISANA & AKU DISINI 

Aku yang di sini merindukan kau yang di sana 
Jauh terbuai oleh mimpi dan hayalku 
Terkenang masa saat bertemu 
Kaulah yang terbaik dari apa yag kuharap 

Kau buai aku dengan sikap tulusmu 
Menjadi kekasih dalam susah maupun senang 
Menjadi bagian dari jiwa ini... 

Kini kau di sana... 
Apakah kau merindukan aku di sana...? 
Seperti diriku yang merindukan mu di sini... 
Walau ruang dan waktu yang memisahkan kita... 
Ketulus hati takkan mampu memisahkan kita 

Ku tahu engkaulah yang terbaik 
Semenjak pertama kali bertemu denganmu 
Aku merasa dekat denganmu... 
Dekat di hati dan jiwa ini... 
Dekat dalam hayalan dan imajinasiku... 
Untuk berkasih menjadi pujaanmu... 

Aku kan tetap merindukan mu walau kau di sana 
Semoga engkau juga merindukan aku di sini 
Bersyukur terhadap apa yang telah Tuhan berikan... 
Menikmati terhadap apa yang telah Tuhan karuniakan... 
Seorang kekasih bagiku...Dan bagimu... 

No comments:

Post a Comment

Viewers