"Catatan Silam, 2"

Syair adalah bagian dari jiwa yang tidak bahagia, karna betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi air mata. Syair adalah adunan kegembiraan, kepedihan dan ketakjuban, dengan sedikit kamus & ia adalah raja yang tak bertahta yang duduk di dalam abu istananya dan coba membangun khayalan dari pada abu itu. Syair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.

Medan, 2004 @ By Ibnoe

SEKEPING HATI

Sekeping hati begitu sukar tuk ku tawan
Ia dekat tapi terasa jauh, Ia mudah tapi terasa susah
Apa pendinding yang ia pakai...
Hingga sukar benar untuk ku menang...?

Ingin sekali ku miliki hati itu
Sekeping hati yang ku anggap tulus ikhlas dan suci
Semakin ku ingin gapai semakin menjauh
Semakin dirapat semakin berjarak, Sekeping hati itu...

Ingin sekali ku miliki sebagai teman hatiku yang lara Buat penawar diriku yang sepi
Apalah daya, aku insan biasa yang ingin sungguh tak terbeli
Hendak bicara mulut terkunci
Aku sadar kekurangan diri tidak mampu berikan itu dan ini

Wahai sekeping hati berilah aku peluangBerilah aku sedikit ruang...
biar hanya sedetik, biar hanya setitik
Ingin sekali ku memilikimu, ingin sekali ku bertakhta di hatimu
Walau hanya seketika menjadi Raja biar hanya di pojok pintu
Agar keresahan diriku hilang

Tak sanggup untuk tidak pernah merasa...Untuk tidak pernah memilikimu
Walau hanya sekejap saja...Wahai sekeping hati…
Sudihkah kau untukku?




GELISAH

Dalam sepi kucipta bayangmu
Kususun pesonamu lewat kesendirianku
Mendekap kesunyian malam, membelai kehampaan

Betapa berat kurasakan beban rasa dalam hati yang gelisah
Merintih pilu menyesak dalam pikiran
Kutawarkan dengan bayangan

Sambil merangkai sejuta harapan saat nan indah dalam pelukan
Irama malam menjadi hiburan, Tarian nyamuk menjadi teman
Binatang² malam kian asyik menari nari

Tiada tahu rindunya hati kini
Betapa ingin kudekap dirimu.......... 
Karna sekarang yg bisa hanya bayangmu



MENJELANG HARI ESOK

Hari ini akan segera berlalu
Namun masih ada hari esok yang mungkin lebih baik
Seiring waktu berjalan dengan itu pula usia terus bertambah
Maka semakin tertempahlah sebuah pesona dalam kalbu
Menjelang impian, meraih harapan…
Di hari ulang tahunmu…

Hari ini akan segera berlalu
Maka sambutlah hari esok yang lebih indah
Dalam mengutip sepenggal kisah yang dulu
Saat terlahir kedunia ini dalam tangisan bersama senyum
Menghitung memory yang indah dalam kenangan

Hari ini akan segera berlalu
Mencoba mengabadikan dalam sepenggal tulisan
Menghitung kisah-kisah yang lalu
Merangkai kisah-kisah yang akan datang
Pada tatapan yang mempesona dibalik senyuman

Hari ini akan segera berlalu
Dan esok akan kembali menjelang
Akankah semua itu datang untuk dilupakan
Atau datang untuk dikenang



AKU MENCINTAIMU dgn SEDERHANA

Aku mencintaimu dengan sederhana seperti sungai pada hujan
Seperti bunga pada kupu-kupu, seperti laut pada daratan
Aku mencintaimu dengan sederhana bukan dengan bujuk rayu
Bukan dengan penyaluran hasrat atau pelampiasan nafsu
Walau aku tak menampik semua itu

Aku mencintaimu dengan sederhana
Dengan sentuhan, belaian, kecupan, bukan dengan bercumbuan
Bukan dengan ciuman penuh gairah, Namun dengan kasih tulus dan suci
Indah... Lebih indah dari yang pernah kau bayangkan

Aku mencintaimu dengan sederhana
Tidak meletup laksana api namun mengalir seperti air
Tenang...dalam...menghanyutkan

Aku mencintaimu dengan sederhana
Walau harus kuterjang badai, kuhadang gelombang
Hingga tiba di tepian tak bertuan

Aku mencintaimu dengan sederhana
Entah kau sadari atau tidak



SEMUANYA UNTUKMU

Akan kupintal buih-buih menjadi tali mengikatmu 
Akan kuanyam gelombang-gelombang 
Menjadi hamparan ranjang tidurmu

Akan kutenun awan-gemawan 
Menjadi selendang menudungi rambutmu

Akan kujahit bayu gunung menjadi baju pakaian malammu
Akan kupetik bintang timur 
Menjadi bingkai menyinari hatimu

Akan kujolok bulan gerhana menjadi selimut mimpimu
Akan kurebahkan matahari menjadi laut malammu 
Menghirup sekar madumu

Akan kulakukan semua untukmu 
Dengan sebuah pesona senyumanmu




S E P I
Senja mengiringi perjalanan ku
Dalam mengarungi malam bersama kesunyian
Mengikis waktu yang terus berjalan
Mengukir secarik kertas untuk kau baca
Sepi menyelimuti ku dalam kegelapan
Tanpa ada sebuah senyuman
Aku yang sendiri kemudian tersudut dan terdampar
Hingga ku enggan tinggalkan malam
Namun berlalu di kala terang
Lelah menusuk hingga ke tulang
Di kala fajar menjemput keheningan malam
Kemudian mata ini terpejam kala keramain di mulai
Dan aku pun terbuai dalam mimpi mendekap diri mu

No comments:

Post a Comment

Viewers