"Untukmu Duhai Hati"


Seni merupakan sebuah nyanyian jiwa, ia datang tanpa di duga dan akan tetap abadi dengan berbagai kisah yg mengiringi hidup ini. Sedangkan Renungan ialah sebuah hati yg berdoa utk menepis kekosongan diri hingga terlahir sebuah senyuman yg menghiasi setiap langkah dalam hidup ini. Maka, yakinkanlah dirimu duhai hati... Karna tak ada yang tak menarik dalam hidup ini, walau ada tangisan, walau ada rintihan, walau ada hati yg pilu namun hidup ini tak pernah lepas dari canda dan tawa. Itulah seni dari sebuah renungan yang kau hadirkan seperti sebuah syair yg lahir dgn nyanyian dari sekeping hati karna sebuah “CINTA” yg menggetarkan jiwa… 

Ialah Anugrah terbesar karunia Illahi... 

Untukmu…

Duhai hati…
Jangan menangis lagi…
Walau ia tlah pergi, itu hanya sesaat…
Karna sesaat kau memejamkan mata, kau akan melihatnya tersenyum…
Dan aku kan menemanimu tuk menjaganya…

Duhai hati…
Usah benarkan sedih di hatimu…
Walau ia tlah pergi, itu hanya sementara…
Karna seketika kau terlelap, kau akan memeluknya dengan erat…
Dan aku kan menemanimu tuk menggapainya…

Duhai hati…
Jangan lagi menyesalinya…
Walau ia tlah pergi, itu hanya sekilas waktu…
Karna sedetik kau terjaga, kau akan memahaminya…
Dan aku kan menemanimu tuk menjemputnya…

Duhai hati…
Ia ada untuk kita & ia pergi untuk-Nya…
Maka tepislah air mata itu dgn senyuman duhai hati…
Sebab kita ada karna cinta, dan …
CINTA itu jua lah… yg akan mengumpukan kita nantinya…
Ketika kita… kembali pada-Nya…


 

No comments:

Post a Comment

Viewers