DIBALIK PENA
Kau...!
Terlalu mudah meletakkan pena di atas kertas…!
Penulis cinta atau pencari cinta yg picik…?
Dan, kau...!
Terlalu mudah meneteskan tinta di atas kertas…!
Pengukir sejati atau penciplak yg licik…?
Tahukah, kau...!
Sesungguhnya lahirnya cinta karna rasa…
dan Penanda rasa adalah Jiwa…
emosi diri yg tertahan hingga mengalir dihujung pena…
maka tak mudah, dan takkan hidup hanya dgn pena semata…
maka tak mudah, karna selembar kertas buta terhadap makna…
Karna kekuatannya adalah selaksa jiwa…
tuk menjadi inspirasi sepenggal kisah yg ada…
tuk melihat cinta di mana awal ia bermula…
tuk memulai kata sebagai petunjuk yg nyata…
tuk merasakan murka dari sakit yg teraniaya…
Pena dan kertas hanyalah wadah…
menjadi teman di kala sepi kian mewabah…
tuk menunjukkan guratan dihujung pena…
bukan dgn instrument atau hanya karangan nada…
tetapi bagian dari hati yg meresapinya…
Maka…
Pena Penyair kan menjadi benih…
dan kubiarkan benih ini menjadi buah...
memupuk rasa bagi hati yg mencumbuinya…
yg tiap tetesnya kan menjadi penawar lautan dahaga…
tidaklah mudah, tetapi rasa kan memaknainya…
kan menyentuh jiwa, desahnya dibalik pena…
dan rasa…
kan menjadi Raja yg mengukir didalam abu istanya…
Kau...!
Terlalu mudah meletakkan pena di atas kertas…!
Penulis cinta atau pencari cinta yg picik…?
Dan, kau...!
Terlalu mudah meneteskan tinta di atas kertas…!
Pengukir sejati atau penciplak yg licik…?
Tahukah, kau...!
Sesungguhnya lahirnya cinta karna rasa…
dan Penanda rasa adalah Jiwa…
emosi diri yg tertahan hingga mengalir dihujung pena…
maka tak mudah, dan takkan hidup hanya dgn pena semata…
maka tak mudah, karna selembar kertas buta terhadap makna…
Karna kekuatannya adalah selaksa jiwa…
tuk menjadi inspirasi sepenggal kisah yg ada…
tuk melihat cinta di mana awal ia bermula…
tuk memulai kata sebagai petunjuk yg nyata…
tuk merasakan murka dari sakit yg teraniaya…
Pena dan kertas hanyalah wadah…
menjadi teman di kala sepi kian mewabah…
tuk menunjukkan guratan dihujung pena…
bukan dgn instrument atau hanya karangan nada…
tetapi bagian dari hati yg meresapinya…
Maka…
Pena Penyair kan menjadi benih…
dan kubiarkan benih ini menjadi buah...
memupuk rasa bagi hati yg mencumbuinya…
yg tiap tetesnya kan menjadi penawar lautan dahaga…
tidaklah mudah, tetapi rasa kan memaknainya…
kan menyentuh jiwa, desahnya dibalik pena…
dan rasa…
kan menjadi Raja yg mengukir didalam abu istanya…
By Ibnoe @ Medan, 9 Oct 2013




No comments:
Post a Comment