IMAJI DIAM




IMAJI DIAM


diam ku bukan alternatife…

tetapi mengalami beberapa kematian…
 
dan bukan berarti aku mempunyai banyak nyawa…
 
bukan pula menyatakan tentang kemarahan…
 
atau pujangga yg mengamuk dengan goresan goresan patah hatinya…
 
tetapi diam ku, menembus batas segala kemungkinan…
 
yg hanya dapat di-definasikan ketika kita mampu menembus batas ketidak mungkinan itu…
 
dan bening yg sangat berharga dibatas ambang dimensi, tidak akan bisa di cerna oleh logika…
 
ketika bhatin memilih perlawanan, aku bangkit dari kematian itu sendiri…
 
dan kini diamku kembali lagi, diam dalam imajinatif…
 
ku ucapkan padamu, selamat menikmati…

~210114~


http://siharkomputer.blogspot.com/2014/01/syair.januari.2014.html


No comments:

Post a Comment

Viewers