Januari
masih menyembunyikan jejakmu, yg kerap berselisih dengan kenangan dan
harapan yg tanpa pernah mampu kita rampungkan. Dan apakah sepi menjelma
kata yg hampir mati…? Aku tak tahu bagaimana harus menulisinya malam
ini…
Tetapi coba lihat kembali, keping-keping cerita yg pernah kutorehkan, bahwa anginlah yg perlahan menerbangkan catatan tanpa alamat, berkejaran dengan reruntuhan awan-awan malam yg seketika membawa lelah mengusung kesunyian…
Dan kuharap, ingin mu tak lagi memaksa langit kembali mengirim gerimis pada angin yg bertiup, agar tak membekaskan gigil di lekuk waktu. Karna tlah lama lelahnya mengguris waktu, seletih rembulan yg kehilangan kekasihnya di ufuk pagi…
Maka jika esok kita masih di beri kesempatan tuk bersua lagi, aku kan coba menulisinya kembali untuk mu, untuk mendendangkan bait-bait kerinduan, sebagaimana kita berupaya menangkap harapan demi harapan…
~290114~
JILID >>>
Tetapi coba lihat kembali, keping-keping cerita yg pernah kutorehkan, bahwa anginlah yg perlahan menerbangkan catatan tanpa alamat, berkejaran dengan reruntuhan awan-awan malam yg seketika membawa lelah mengusung kesunyian…
Dan kuharap, ingin mu tak lagi memaksa langit kembali mengirim gerimis pada angin yg bertiup, agar tak membekaskan gigil di lekuk waktu. Karna tlah lama lelahnya mengguris waktu, seletih rembulan yg kehilangan kekasihnya di ufuk pagi…
Maka jika esok kita masih di beri kesempatan tuk bersua lagi, aku kan coba menulisinya kembali untuk mu, untuk mendendangkan bait-bait kerinduan, sebagaimana kita berupaya menangkap harapan demi harapan…
~290114~
JILID >>>
Bang Regar



No comments:
Post a Comment