SAJAK LETIH


SAJAK LETIH

untukmu kembali kutorehkan…
hempasan kata yg tersisa setengah nafas…
apakah yg biasa biasa atau yg di biasakan…
apakah yg diam diam atau yg sengaja di diamkan…
dan kerinduan yg macam apa yg kau inginkan…
seolah kau tak rela mentari berpulang keperaduannya…

karna aku masih mendengarmu…
di ketika itu, malam hendak menuju pagi…
melewati duniaku yg paling dasar dari bagian hidupku…
hendak menegur dan ingin menyentuh kebagian jiwa…
yg kau raba dengan cahaya, namun yg ku tangkap kelam…
bagai kerinduan yg mempertahankan sayunya bahasa hati…

dan diketika setibanya pagi itu, hingga kini…
memudarnya warna kembali kau pertontonkan…
kemudian engganpun bersuara, “bunga semakin layu”…
karna terlupa dengan makna itu yg berdalih untuk seribu alasan…
hingga tak terambah oleh sinar mentari pagi yg pernah datang…
saat kau tak sungkan menonjolkan kisi yg semestinya tersimpan…

apakah karna masih ada awan yg kau sembunyikan…
sehingga suara tak beraturan menggema di hamparan birunya hati…
seperti kisah perjamuan sunyi dengan raut wajah pucat yg kau miliki…
diantara puji-pujian yg berlari merangkak di pinggir sepi…
dan jika benar adanya, sajak letih yg pernah melintasi embun hati…
takkan lagi menantikan kehadiran sang pelangi…

~210114~

http://siharkomputer.blogspot.com/2014/01/syair.januari.2014.html


No comments:

Post a Comment

Viewers