
LAYU SEKETIKA
di kampung itu ternyata tlah penuh dengan benak benak kebisingan…
pengembara pun tak lagi temukan jalan menuju mata air sebening intan…
sambil menatap dermaga tak bertepi karna mentari enggan kembali…
hanya tuk menatapi kebosanan yg mengawal datangnya musim semi…
karna ditempat itu tlah di penuhi para penutur pendusta…
yg terlalu bernyali mengangkangi janji diri dan penciptanya…
sebab mungkin inilah yg disebut angan tak bermata…
yg sekali hinggap, esoknya hilang entah kemana…
sepenuh hasrat yg seolah inginkan mentari mencium rembulan…
tetapi gemintang tertawa geli bersama awan yg menandai malam…
tanpa berfikir merubah sebuah kerugian menjadi keuntungan…
karna kebohohan tlah membuat musibah diri menjadi bertambah kelam…
dan semakin hari siburuk kata semakin memalangkan dirinya sendiri…
hingga tak jarang pengembara terdiam karna pendandan terlalu sibuk menari…
sebab pengembara bukanlah pemuja dewi yg menggugurkan keabadian hati…
tetapi meratapi tudungnya yg seperti tak punya harga lagi…!!
terlalu murah, hingga kehendak yg melingkar menjadi wabah...
meski cinta termangu didepan pintu dihujung redupnya waktu jedah…
tetapi pengembara masih mampu mengenali sejatinya rindu nan indah…
walau akhirnya harus menyaksikan sekuntum bunga yg layu seketika…!!
~130114~
JILID V


No comments:
Post a Comment