*Masih Tampak Pias
*Hilangnya Kesabaran
*Karna Dilema
*Wahai Sang Pemilik
*Wahai Sang Waktu Yg Kan Berganti
*Penamu Merubah Warna Joretanku
*Suara Hati Tanpa Alur
*Tak Berdaya
*Seruak Mimpi
*Suatu Kekalahan
*Percuma
*Adakah Waktu Sebelum Berakhir
*Mengilhami Sujud Yg Panjang
SUATU KEKALAHAN
Kurelakan mengucap kata tuk menyapa pagi, walau sisa sisa air masih menyelimuti di dedaunan. Seolah sabar menunggu kepastian yg tak pasti, dengan aktivitas silih berganti kerap menanti, karna yg ku tau suara berisik yg mengusik pendengaran ini, masih terselubung kabut tebal, yg masih enggan pergi, yg akan memimpin datangnya siang nanti…
Dan ku torehkan pena ini tuk mengukirkan keadaan yg tak layak menggoreskan luka, hanya karna cinta dunia. Karna bantalan air mata itu masih membutuhkan ku tuk membasahi wajah wajah yg kering, maka tak seharusnya kau membanjiri wajah wajah tak berdosa, sebab tak sepenuhnya yg aku torehkan menceritakan tentang mu…
Dan akhirnya tak terfikir olehmu, ternyata api cinta ini bisa padam, karna pandangku tertumbuk pada cakrawala yg gelap, dimana tanda tanya itu memenuhi qalbuku dan yg ku tahu sang surya dalam kegelapan, kerap menjamah bisikan yg tak semestinya kau lakukan. Mencipta dunia sempit dengan laju sebuah status yg menampang gudang tempat parkiran, yg melaju mundur pada suatu kekalahan…
~040114~
MENU UTAMA PUISI
| JILID I | JILID II | JILID III | JILID IV | JILID V | JILID VI |
|BUKU HARIAN |
MENU UTAMA PUISI
| JILID I | JILID II | JILID III | JILID IV | JILID V | JILID VI |
|BUKU HARIAN |
Bang Regar



No comments:
Post a Comment